Program Senam Stroke, Olahraga Untuk Mengoptimalkan Pemulihan Stroke

Program Senam Stroke, Olahraga Untuk Mengoptimalkan Pemulihan Stroke

Melakukan latihan fisik untuk penderita stroke merupakan hal yang penting, karena dilakukan dengan tujuan agar dapat mengoptimalkan pemulihan serta mengurangi gejala yang masih tersisa.

Untuk sebagian besar penderita stroke pastinya mengalami penurunan kemampuan gerak, baik di bagian tangan maupun kaki. Hal ini yang dapat membuat orang yang terkena stroke untuk melakukan rutinitas ringan sekalipun seperti menggengam barang.

Karena itulah, fisioterapi ataupun latihan fisik disebut sangat penting untuk para penderita stroke. Salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan adalah senam stroke.

Program Senam Stroke

Program Senam Stroke, Olahraga Untuk Mengoptimalkan Pemulihan Stroke

Program pemulihan stroke, seperti senam stroke, mempunyai tujuan tingkatkan kendalian otot dan tingkatkan kelenturan otot yang kaku. Pada umumnya, ada tiga tipe aktivitas yang sudah dilakukan sepanjang masa ini.
Ke-3 aktivitas itu mencakup peregangan, latihan aerobik, dan latihan kemampuan otot. Berikut penuturannya:

1. Latihan peregangan
Latihan peregangan ialah cara pertama kali yang dilaksanakan untuk pasien stroke saat sebelum olahraga kardio atau latihan kemampuan otot. Mengapa?

Masalahnya otot-otot pasien stroke masih kaku hingga perlu latihan enteng seperti pereganganlebih dahulu. Latihan ini menolong dalam mengontrol kesetimbangan dan koordinir pasien saat sebelum meneruskan aktivitas ke olahraga atau senam stroke yang lebih berat.

Sebuah riset sudah mengatakan jika latihan kelanjutan aman dilaksanakan dan bisa turunkan resiko penyakit jantung. Tapi latihan ini perlu pengiring professional.

Penyeleksian langkah pasif atau paksakan perlu Anda bahas sama dokter dan fisioterapis yang tangani Anda. Beberapa pakar menyebutkan jika langkah paksakan dipandang lebih efisien, tetapi semua pasti perlu disamakan dengan keadaan pasien.

2. Latihan aerobik
Senam stroke yang mengikutsertakan beberapa gerakan aerobik dipandang sanggup tingkatkan ketahanan dan kekuatan jalan pasien. Pasien yang teratur lakukan latihan kardio dapat jalan semakin lama serta lebih jauh dibanding mereka yang tidak. Faedah senam ini akan makin baik saat dilaksanakan lebih cepat.

Latihan aerobik bisa dilaksanakan 2-3 kali /minggu dengan durasi waktu 20 sampai 60 menit pada masing-masing sesion. Tipe kegiatannya dapat mencakup jalan kaki (baik langsung di lantai atau pergerakan jalan kaki sekalian duduk) dan naik sepeda statis.

3. Latihan kekuatan otot
Latihan kemampuan otot dapat juga menolong otot jadi lebih lentur. Olahraga ini bisa dilaksanakan dengan menyimpan beban enteng pada tangan atau kaki pasien, selanjutnya pasien disuruh mengusungnya.
Latihan angkat beban itu perlu dilaksanakan sekurang-kurangnya 2-3 kali satu minggu. Sasaran ototnya juga perlu bervariatif, serta lebih memprioritaskan otot-otot besar. Misalkan, latihan pertama fokus pada otot lengan, latihan ke-2 pada otot kaki, dan latihan saat pada otot punggung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *